Photobucket

RECENT POST

Tukeran link

Jacko Bogor

Tuesday, August 4, 2009

Mbah Surip Meninggal Dunia

Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah Mbah Surip tiba di RS Pusdikkes pukul 10.30 WIB, dan ditangani dr. Tias. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Mbah Surip.

Menurut Martina Omega bagian reka medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung di bawa pulang oleh kerabat yang membawanya yaitu pelawak Mamik.

Sebelumnya, pada hari Minggu malam (2/8) Mbah Surip sempat pingsan akibat kelelahan setelah pentas di Yogyakarta. Mbah Surip kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, memang sedang laris manis setelah lagu Tak Gendong menjadi populer di masyarakat.


Sungguh disayangkan karena indonesia hanya mempunyai satu orang yang unik yaitu mbah surip. Namun apa daya ketika maut sudah menjemput tidak ada yang bisa menghindar termasuk artis mbah surip. Saya hanya bisa ikut berbelasungkawa atas meninggalnya mbah surip. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima semua amal baiknya. Amin.
ReadMore

Thursday, June 4, 2009

Banner Exchange.........!!!

Increasing your Ranking in search engine by adding your Link Banner for any kind of Blogs here.


Thanks for Visiting me..........!!!
Don't For get to Add My Link banner To Your Blogs Too


ReadMore

Bebaskan Ibu Prita Mulyasari.....!!!


Sebagai Wujud Dukungan Kepada Ibu Prita Mulyasari

Ibu dari dua balita itu dipenjara sejak Rabu 13 Mei lalu, terpisah dari si bungsu berusia setahun tiga bulan yang masih memerlukan ASI dan si sulung yang baru tiga tahun. Dia menjadi tersangka pencemaran nama baik. Hanya karena e-mail berisi keluhan tentang pelayanan rumah sakit.

kita harus memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Kita tularkan dukungan dan perjuangan ini kepada seluruh pengguna internet melalui pemasangan banner dan penyiaran pesan.

Hari ini Ibu Prita. Jika dibiarkan, esok adalah Anda. Padahal sebagai konsumen untuk produk dan layanan apa pun, Anda berhak bersuara.
ReadMore

Wednesday, June 3, 2009

hari JAdi Bogor Ke-524

Peringatan Hari Jadi Bogor ke 524 yang akan diperingati 3 Juni harus dirasakan masyarakat. Artinya, bukan sekedar diperingati oleh Pemda. Kita menginginkan peringatan hari Jadi Bogor menjadi milik warga masyarakat seperti halnya peringatan 17 Agustus, walaupun tanpa di komando warga secara serempak memperingati hari Kemerdekaannya, ungkap Walikota Bogor H. Diani Budiarto di Balaikota, Minggu (30/4)
Sebenarnya, diakui Diani, dari tahun ke tahun sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa setiap tanggal 3 Juni, bahwa Bogor memperingati hari jadinya dengan digelarnya berbagai acara mulai dari Helaran, Festival Bogor, sampai masuk Istana Bogor. Itu semua dilaksanakan, arahnya untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa setiap tahun ada event untuk memperingati Hari Jadi Bogor, katanya. Kemudian dalam komposisi kepanitiaan sekaligus untuk menepis anggapan bahwa peringatan Hari Jadi Bogor milik Pemda dilibatkan semua lapisan masyarakat, anggota DPRD. dan tokoh masyarakat, Tapi kenyataannya masih belum memasyarakat, ungkapnya. Bahkan pada waktu Walikotanya dijabat Ir Muhammad, ketua panitianya pernah dipercayakan kepada Direktur RS PMI. Pada waktu itu semua jalan-jalan protokol di Kota Bogor di semprot karena pada waktu memang sedang demam Adipura, kenang Diani. Namun kenyataannya hingga saat ini masih belum memasyarakat. Padahal, kalau dalam berebagai kegiatan, event yang dikaitkan menyambut hari Jadi Bogor sudah diprogramkan sampai ketingkat Kecamatan, bahkan sampai Kelurahan. Makanya, menjelang peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini kita mencoba membuka dialog dengan OSIS, RW dan tokoh masyarakat, pemuka agama dan para Ketua DKM se Kota Bogor, ungkapnya. Menurut Diani, tujuan dari digelarnya dialog yaitu untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Bogor akan memperingati hari jadinya. Kemudian, ingin mengetahui apa sih dibenak meraka tentang Kota Bogor. Sebab, kalau berbicara Bogor ada alam, manusia, dan juga aktivitasnya. Pada waktu dialog dengan OSIS yang mengemuka hanya soal kebersihan angkot dan kemacetannya. Padahal, bukan hanya sekedar itu, kultur dari masyarakat sendiri tidak terungkap dalam dialog tersebut...
Demikian Berita Hari Ini.....!!!
ReadMore

 

Followers

TOP COMMENTATOR


English
French
German
Spain
Italian
Dutch
Japanese

Blog Stat

Rank Barudak Blogor